Dalihan natolu

dalihan natolu

Saudara menurut wikipedia adalah kerabat keluarga laki-laki maupun perempuan yang lebih muda ataupun lebih tua.

Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani

Manusia mempunyai kebutuhan yang akan atau harus dipenuhi, baik secara moril maupun material.

Pada umumnya orang akan mengutamakan kebutuhan material, baru kemudian moril, hal ini terjadi karena kebutuhan materi adalah hal yang diperlukan untuk hidup dan kebutuhan moril adalah untuk mempertahakan kehidupana agar hati damai sentosa.

Walaupun kadangkala kalau di pikir-pikir bahwa kebutuhan materi adalah relatif, apakah kebutuhan utama atau sekunder, wajib atau tidak wajib.

Pada umumnya dalam mempertahankan hubungan antar insan manusia karena kita adalah mahluk sosial, yaitu harus berinteraksi dengan sesama insan manusia. Karena jika kita hanya hidup sendiri, tidak akan bisa hidup dengan baik, misalnya bagaimana kita makan kalau tidak ada petani yang menanam padi atau gandum? Tentu kita tidak harus bertani dulu baru makan dan selanjutnya, maka akan ada batasan-batasan yang dibuat agar bisa berjalan dengan baik hubungan korelasi antar insan manusia.

Sehingga dengan kebutuhan ini, maka terutama yang sudah dewasa dalam artian 17 tahun keatas atau sudah menikah dianggap sudah bisa untuk memenuhi kebutuhannya/memutuskan kebutuhannya. Dan hal ini membuat ada batasan-batasan/aturan-aturan yang harus dijalani agar tidak terjadi perselisihan terutama dalam hubungan saudara tadi.

Di tanah batak karena saya orang batak ada namanya “dalihan natolu” yaitu 3 (tiga) dasar/landasan  yang harus dipegang dalam menjalankan hubungan dengan saudara. 1. “Somba marhula-hula” : hormat kepada mertua karena mereka adalah asalnya kita mempunyai keturunan melalui anaknya perempuan yang dinikahi. DI tradisi batak, kalau mertua sampai marah maka (karena umumnya petani), tanaman tidak akan tumbuh sehingga tidak dapat berkah.

2. “Manat mardongan tubu” : hati-hati dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan saudara hubungan darah terutama yang sudah menikah karena yang sudah menikah sudah mempunyai koridor sendiri secara kebutuhan yang tidak bisa di interperensi/diatur. Mereka mempunyai masalah sendiri, kebutuhan sendiri, kehidupan sendiri.

3. dan terakhir adalah “elek marboru” : dimana kita mempunyai anak perempuan harus disayang termasuk istri karena dia juga perempuan.

Harapannya dengan menjalankan ini sesuai tradisi batak maka ada saling gmenghargai untuk membuat hidup dan hubungan dengan saudara yang harmonis.

Demikian yang bisa saya ungkapkan, semoga ada rekan-rekan saudara yang bisa menambahkan kurang lebihnya.

Walau kadang kalau dilihat orang batak itu sering berselisih, bahkan sampai ada yang namanya sumpah, tapi ini kan namanya mengingatkan kepada kita agar mengetahui dan mengerti.

Semoga ada manfaatnya sebagai pengetahuan terutama kita yang bersaudara agar terjalin hubungan yang harmonis.

e8c1b-1ubeon2-1

Hidup ini adalah kodrat yang harus dijalankan yang membuat kita harus damai dan tentram terutama dari hati kita masing-masing. Semoga Tuhan memberi karunia dan damai sejahteraNya kepada kita umatNya di dunia ini.

Silsilah marga batak

Berikut asal muasal marga batak yang dikumpulkan dari berbagai sumber internet.

Sebagai masukan perbaikan silahkan di comment.

Setiap baris “koma” adalah anak ke dari urunan nomor diatas.

SIRAJA BATAK
1 Guru Tatea Bulan(Gol. Hula2/Lotung),  Raja Isombaon(Gol.Matahari)
*Putra
2 Raja Uti (Rj Biak2), Tn Sariburaja (keturunan Pasaribu), Limbong Mulana, Sagala Raja SilauRaja (Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)
*Putri
2 Siboru Pareme (mauliTn Sarib ke uraja) kembar Tn.Sariburaja Siboru Anting Sabungan (Tn Sorimangaraja/Putra Isombaon) Siboru Biding Laut (Nyi Loro Kidul) Siboru Nan Tinjo (tdk Kawin)

2 Tn Sariburaja (keturunan Pasaribu)
3 Raja Lottung (dari Pareme), Raja Borbor (nai mangiring laut), Raja Babiat (dari Harimau) ke mandailing marga bayoangin
*Putra
4 Tn Situmorang, Sinaga, Raja Pandiangan, Toga Nainggolan, Simatupang, Aritonang, Siregar
*Putri
4 Boru Anakpandan (Toga Sihombing), Boru Panggabean (Toga Simamora)

4 Situmorang
5 Lumban, pande, Lumban, Nahor, Suhut ni huta, Siringo-ringo, Sitohang uruk. Sitohang tonga-tonga, Sitohang toruan (lumban gaol)

5 Siringo-ringo
6 Lumban toruan, Sipangpang, Rumapea

4 Sinaga
5 Simanjorang, Simandalahi, Barutu

4 Pandiangan
5 Rj. Humirtap, Rj. Sonang
6 Toga Pande, Lumban uruk, Suhut ni huta, Lumban toruan

5 Rj. Sonang
6 Gultom, Pakpahan, Samosir, Sitinjak, Harianja

4 Nainggolan
5 Ruma Hombar, Si batu, Simatupang, Aritonang
6 Lumban tungkup
7 Ruma horbar, lumban raja

5 Si batu
6 Parhusip, Batubara, Siahaan, Ampapaga

4 Simatupang
5 Sitoga torop(Siborutorop), Sianturi, Siburian

4 Aritonang
5 Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare

4 Siregar
5 Silo, Dongaran, Silali, Siagian

4 Silali
5 Ritonga, Sormin

3 Raja Borbor (lahir dari naimangiring laut)
6 Datu Taladibana (Cucu Raja Borbor)– gereneasi ke-6
7 Datu Dalu (sahangmaima), Sipahutar, Harahap, Tanjung, Datu Pulungan (Pulungan), Simargolang (Imargolang)
8 Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat, Tinendang, Tangkar, Matondang, Saruksuk, Tarihoran, Parapat, Rangkuti

7 Datu Pulungan (Pulungan)
8 Lubis, Hutasuhut, Limbong mulana

8 Limbong Mulana
9 Palu Onggang, Langgat Limbong

9 Langgat Limbong
10 Limbong, Sihole, Habeahan

2 Silau Raja (Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)
3 Malau, Manik, Gurning
4 Paseraja, Ambarita, Gurning, Lamberaja

4 Lamberaja
5 Manik raja

4 Ambarita
5 Lumban Pea, Lumbang, Pining
6 O.Mangomborlan (Tdk ada laki2), O.Bona, Nihuta

6 O.Bona Nihuta
7 O. Suhut ni huta (tunggal)
8 O. Tondolnihuta
9 O.Martua, Boni, Raja(O.Mamontang Laut), O. Rj Marihot, O.Rajani Umbul
10 O. Sohiloan, O.Jaipul, O.Sugara
11 O.Josep

1 Raja Isombaon(Gol.Matahari)
2 Tn. Sorimangaraja (Br. Anting Malela/nai rasaon/Putri tatea bulan, Br. Biding Laut/Nai ambaton, Br. Sanggul Baomasa/nai suanon), Raja Asiasi Sangkar Somalindang
2 Tn Sorba Djulu (O.Rj. Nabolon) dari Br Anting gelar nai ambaton
2 Tn. Sorba Jae (Rj. Mangarerak) dari br. Biding gelar nai rasaon
2 Tn. Sorbadibanua (Tn. Sorba Djulu/O.Rj. Nabolon) dari Br. Sanggul nai suanon

2 Nai Ambaton
3 Simbolon Tua (Simbolon) Tamba Tua (Tamba), Saragi Tua (Saragi), Munte Tua (Munte, Nai Munte, Dalimunte)

3 Simbolon
4 Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Panyungan, Berampu, Pasi

3 Tamba
4 Siallagan, Tomok, Sidabutar, ,Sijabat Gusar, Siadari, Sidabalok, Rumahorbo, Napitu

3 Saragi
4 Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke

3 Munte
4 Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging
5 Sitanggang bau, Sitanggang lipan, Sitanggang upar, Sitanggang silo

10 Ompu Bada (Keturunan Nai Ambaton generasi ke-10) bermarga gajah
11 Tendang, Banura, manik, Beringing, Gajah, Barasa

2 Nai Rasaon (Rj. Mangarerak)
3 Rj. Marpodang Rj. Mangatur
4Sitorus, Sirait, Butar-butar
5 Pane

3 Rj. Mangatur
4 Toga Manunurng

2 Nai Suanon (Tn. Sorbadibanua)
dari Istri pertama (putri sariburaja)
3 Sibagot ni Pohan (Pohan), Si paet Tua, Silahi Sabungan (Silalahi), Rj. Oloan, Rj. Huta lima
dari istri ke2 br.Sibasopeat putri mojopahit
3 si raja sumba, siraja Sobu, Toga Naipospos (Naipospos)
4 Toga Simamora, Sihombing
5 Toga Purba, Manalu, Debata Raja, Somerham (ke Pakkat dan Barus)
6 Sipantomhobol, Parhorbo, Si gulang batu
7 Tn. Didolok, Porgadung, Balige Raja
8 O. Tinambaaan, O.Tahiraja, O.Raja Idaon
9 O. Raja Ihutan, O.Unggul, O. R. Dolok, O. Habiaran
10 O. R. Ihutan, O. Panaha Raja, O. Huta Inas, O. R. Itoba, O. Sigambo (Matiti)

9 O.Unggul
10 O. R. Suhut, O. Pangulu Raja.

6 Parhorbo
7 Parhoda-hoda, Marsahan omas, Tn. Manorsa
8 O.R. Suherman, O.Badiporhas, O.Habinsaran
9 O.Purba, O.Nalu, O.Anakraja

7 Datu Marsahan Omas
8 O.Saruan Bosi, O.R.Sihoda, O.Mamora Soleanon
9 O.R.Sobo, O.Borotan

8 O.R.Sihoda
9 O.Omo, O.Purba, Tanjung

8 O.Badiporhas
9 O.Barada

8 O.Mamora Soleanon
9 O.Lanu

8 O.Habinsaran
9 O.R. Natarus, O.R. Omaoma, O.Tungkot, Marpaung, O.Duniaraja, O.Gr.Pinangan

7 Tn. Manorsa
8 Sora Malela, O. Taraim, O.Soimbangun, Tn. Sungguraja, R. Hinokhop

8 R. Hinokhop
9 Raja bara
10 Tondang, Tambun saribu
11 Silopak, Sihalpe, Hinalang, Sihuta tano

7 Balige Raja
8 O.Balige Raja
9 O.Balige Sende
10 O.Namora Tinahi, O.Pulungan Tua, O.Tombak Saribu
11 O.Gr. Manglingkang
12 O.Tuluntun
13 O.R.Natimbul

10 O.Pulungan Tua
11 O.Paiti

8 O.R.Idaon
9 O. Burnang, O. R. Dimana

9 Sigulangbatu
10 O.Partaliganjang(Parlangka jolo) R.Ursa
11 O.Gr.Sotangguon
12 Somalate, O.Datu Rajim
13 Juaro Parultop, DatuDarulas

2 Sihombing
3 Borsak Junjungan Salaban, Borsak Simuronggur Lumbantoruan, Borsak Mangatas Nababan, Borsak, Bimbinan, Hutasoit

3 Toga Sobu (Hasibuan)
4 Sitompul, Rj. Hasibuan

4 Rj. Hasibuan
5 Gr. Mangaloksa si4 pisoran, Gr. Hinobaan
6 Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan
7 Hapottahan, Sisunggulon, Hutabarat Pohan

7 Hutabarat Pohan
8 Parbaju Partali

6 Panggabean
7 Lumban ratus, simorangkir, Lumban Siagian

6 Hutagalung
7 Miralopak, Rj. Inaina
8 Harean, Napitupulu

7 Rj. Inaina
8 Inaina, Dasopan, Botung

6 Hutatoruan
7 Hutapea, Lumban tobing

7 Lumban Toruan
8 Huta gurgur, Huriara

6 Nababan
7 Dolok Toruan

5 Manalu
6 Mangararobean, Mangaradolok, Debataraja
7 Sorimungu, Rumagorga, Sigukguhi, RumaIjuk, RumaHole

6 Mangaradolok
7 Paruma, Pareme, Datu napunjung, Tongkot, manodo

6 Debataraja
7 Babiat nainggolan, Sampetua, Gaja Marbulang

4 Sibagot ni Pohan (Pohan)
5 Tn Sihubil, Tn. Somanimbil, Tn. Dibangarna, Sonak, Malela
6 Tampubolon, Barimbing, Silaen

5 Tn. Somanimbil
6 Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol

5 Tn. Dibangarna
6 Panjaitan(Dairi), Silitonga, Siagian (Pardosi), Sianipar

5 Sonak Malela
6 Simangunsong, Marpaung, Napitupulu

3 Si paet Tua
4 Pangulu Ponggok, Partano, Puraja laguboti
5 Rj. Hutahean, Rj. Aruan, Rj. Hutajulu

4 Partano
5 Sibarani(Sarumpaet), Sibuea

4 Puraja laguboti
5 Pangaribuan, Hutapea(Laguboti)

3 Silahi Sabungan (Silalahi)
4 Sihaloho, Situngkir, Sirumasondi, Sinabutar, Sinabariba, Sinabang, Pintubatu, Tambunan, Turgan, Solia, Sidebang, Boliala, Pintubatu, Sigiro, Tambun(Tambunan) Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadadap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumbang Gaol
5 Sinarborno, Sinapuran, Sinapitu, Masopang

4 Situngkir
5 Sipakar, Sipayung

4 Sirumasondi
5 Rumandosni, Ruma, Sigap

4 Pintubatu
5 Doloksaribu, Sinurat, Nadapdap

4 Tambunan
5 Lumbanpea, Baruara, Lumbangaol

3 Rj. Oloan
4 Naibaho Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa, Sihotang(Sigodangulu), Bangkara, Sinambela, Dairi, Sihite, Sileang, Simanullang
5 Siahaan, Sitangkarean, Sidauruk, Hutaparik

5 Sihotang(Sigodangulu)
6 Sipardabuan, Uruk, Sorganimusu, Sitorban, Dolo, Sirandos, Simorsolit, Sihotang Hasugian, Lumbang batu

4 Rj. Huta lima
5 Maha, Sambo, Pardosi, Sembiring, Maliala

3 Toga Naipospos (Naipospos)
4 Toga Marbun, Toga Sipoholon
5 Lumban Batu, naipospos, Banjarnahor, Lumban gaol
6 Marbun, Sehun, Meha, Mungkur

4 Toga Sipoholon
5 Sinagabariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang

6 Samosir
7 R. Bolon, R.Surung, R.Sidari
8 O. Podu, Soribudali

8 Soribudali
9 Gr. Debata ( urutan ke-4)
10 O. Rj. Limbo
11 Gr. Sosonggolombuan, Gr. Mangallat, Gr. Horbol, Gr. Sinaga, Gr. Marsaong
12 R. Jabut, Gr. Pangundang (B.Pulau), O. Ribahiras (Lg. boti), O. Bagal/Iring (Huta batu), O. Guhuntan

12 Gr. Pangundang (B.Pulau)
13 Panatap, Tk. Dalam, Asahan
14 Ulong, Solat, Madjid, Ibrahim, Ali

14 Ibrahim
15 Nuddin, M. Alwi (Tjg. Balai)

15 M. Alwi
16 Ilhamuddin (medan), Zayadi (Tjg. Balai), M. Nawawi (Duri), Kholil (tjg. Balai)
17 Faldo (Ilhamuddin), Yuda (Zayadi), Ari dan Zidan (Nawawi), Polan (Kholil)

Saya adalah suku batak

Batak adalah suku dari Indonesia yang berada di ujung pulau sumatera bagian utara bersebelahan dengan Aceh.

baju adata batak
Baju adat suku  Batak

Batak itu sendiri terdiri dari 6 sub suku dan berada di beberapa wilayah berikut: 1. Toba — wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba Samosir (Asahan, Silindung, Barus, Sibolga, Pegunungan pahae dan Habinsaran) 2. Simalungun — wilayah Kabupaten simalungun 3. Karo — kabupaten Karo (daratan tinggi karo, langkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu dan sebagian Dairi) 4. Pakpak — wilayah Kabupaten dairi dan kabupaten pakpak barat 5. Mandailing — wilayah Kabupaten mandailing Natal (Ulu, pakatan dan sebagaian padang lawas) dan 6. Angkola — wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Lawas (sebagian sibolga, batang toru dan padang lawas) Menurut legenda dari kayangan ada borudeakparujar dan Tuan Rumagorga dengan keturunan Raja Ihot Manasia dan Boru Uhat manisia 3 keturunan Raja Miok-miok, Patundai Na Begu dan Siaji Lapas-lapas Raja Miok-miok keturunanya Eng Banua yang mempunyai anak Bonang-bonang, Si Raja Atsah dan Siraja Jau Bonang-boang memperanakkan Si Raja Batak yang melahirkan Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon Dari Raja Isumbaon marga-marga mulai berkembang. Nenek moyang orang batak dari utara mulanya datang ke Sumatera dan mendarat di Teluk Haru (Pasai) Aceh, tanah gayo. dan Alas (Aceh Tenggara). setelah itu ke selatan yaitu pusuk buhit dan menetap disana. Suku  batak menganut patrilineal, dengan mengetahui marga seseorang, maka setiap orang batak otomatis lebih mudah untuk mengetahui hubungan sosial di antara mereka yaitu dengan mengingat marga ibu, nenek, istri atau istri kaka maupun adiknya. Marga menentukan kedudukan sosialnya dan kedudukan orang lain dalam jaringan hubungan sosial adat maupun kehidupan sehari-hari. Sistem interaksi pada masyarakat batak adalah dalihan natolu (tungku nan tiga) yang terdiri atas – Dongan tubu (pihak semarga) – Boru (pihak penerima istri) dan – Hula-hula (pihak pemberi istri)

dalihan natolu
Dalihan natolu

Dalam interaksinya, tiap orang akan berperilaku yang berbeda pada masing2 pihak itu. Orang akan manat mardongan tubu (hati-hati pada teman semarga), elek marboru (membujuk pada pihak penerima istri), dan somba marhula-hula (hormat pada pihak pemberi istri). Jelas bahwa nilai interaksional ini, hanya bisa dipahami bahkan dijelaskan setelah memiliki dan memahami nilai identitas. Visi Orang Batak adalah : – Hamoraon (kekayaan atau kesejahteraan) – Hagabeon (Mempunyai keturunan anak laki-laki) dan – Hasangapon (kehormatan) Untuk mencapai hagabeon, orang harus menikah dan mencapai hamoraon, orang harus mandiri dan berpendidikan sehingga bisa mencapai hasangapon. Agama suku batak mula-mula adalah parmalim. Agama yang dianut sebelum masuknya agama Kristen dan agama lain. Mereka menyembah Debata Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Esa) dengan upacara agama. Sejarah masuknya agama kristen di Tanah Batak dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu 1881-1901 —> peletakan dasar-dasar pertaman di lembah Silindung disebelah selatan Danau Toba oleh I.L. Nommensen dan P.H. Johannsen dengan sangat di dukung oleh Raja Pontas Lumbantobing, disusul dengan penerjemahan kitab dasar untuk jemaat yakni Perjanjian Baru tahun 1878 dan Katekismus Kecil tahun 1874. Orang batak mengenal sistem gotong royong kuno dalam hal bercocok tanam seperti bertani, menanam coklat, jagung dan kelapa sawit dengan menggunakan cangkul, bajak, ungkat tunggal, sabit atau ani-ani. Upacara ada kematian, diklassifikasikan berdasarkan usia dan status orang yang meninggal dunia. Untuk yang meninggal ketika masih dalam kandungan (mate di bortian) belum mendapatkan perlakukan adat dan langsung di kubur tanpa peti mati Bila mati ketika masih bayi (mate poso-poso), mati saat anak-anak (mate dakdanak), mati saat remaja (mate bulung), dan mati saat sudah dewasa tapi belum menikah (mate ponggol), mayatnya ditutupi ulos selembar. Upacara adat kematian semakian sarat mendapat pelakuan adat apabila orang yang mati. 1. Telah berumah tangga namun belum mempunyai keturunan (mate di paralang-alangan) 2. Telah berumah tangga dengan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil (mate mangkar) 3. Telah memiliki anak-anak yang sudah dewasa bahkan sudah ada yang menikah namun belum bercucu (mate hatungganeon) 4. Telah memiliki cucu, namun masih ada anaknya yang belum menikan (mate sari matua) dan 5. Telah bercucu dari semua anak-anaknya (mate saur matua)… Tingkat tertinggi dari klassifikasi masyarakat Batak. khususnya Batak toba. Dalam kondisi mate saur matua inilah, masyarakat batak mengadakan pesta untuk orag yang meninggal dunia sebagai tanda selesainya tugasnya di dunia ini. Demikian sedikit oret-oretan saya, apa itu Batak dan bagaiamana, sebagai perbendaharaan dan pengetahuan bagi keturunan orang batak khususnya. Mohon masukannya jika ada yang kurang untuk penambahan perbendaharaan. Saya sendri Gultom Hutatoruan No.15 Tulisan ini saduran dari video yang dikirim oleh group Gultom Hutatoruan