Kebaktian di GKP-Bethel Cirebon tahun 2016

gultom_PdtEdward

Terima kasih Tuhan telah memberikan kesempatan untuk kebaktian di GKP bethel Cirebon. Berarti sudah yang ke ketiga, dan belum bisa dilayani dengan gembala GKP Cirebon. Hari ini, beliau melayani KPA sehinga Sdri. Lolla Lestari (mahasiswa praktek dari STT Jakarta) sebagai Pelayan Firman.

Jemaat kurang lebih dari 120 KK dengan 2 pos kebaktian (Panguragan Lordan Kencana Girang), dengan 4 wilayah.Majelis Jemaat 14 orang dan 4 orang PPJ untuk membantu melayani.

Tahun ini adalah pergantian majelis yang baru terpilih pada 19 June 2016.

Dengan jumlah jemaat seperti ini, sepertinya sangat mudah untuk di koordinir, karena masih ada persembahan syukur dengan bentuk beras yang disebut dengan beras perelek. Saya juga sangat senang bisa ber bincang-bincang dengan Pdt. Edward Tureay, beliau memberikan waktu nya siang ini setelah kebaktian.

Walaupu masih ingin lebih lama, karena beliau ada acara kemudian hanya segini saya dapat.

GKP+Cirebon

Hasil perbincangan dengan beliau bahwa untuk Diakonia adalah melayai beasiswa, kunjungan/sakit, kurang mampu dan kedukaan. Tapi dalam hal bantuan dari jemaat khusus kedukaan membantu Rp 5.000 / jiwa / bulan dengan kartu merah. Sementara diluar dari kedukaan ada sumbangan sosial yang dibuat dengan kartu biru untuk beasiswa dan sakit ditambah beras lagi yang berkerinduan. Untuk pemakaman bekerja sama dengan PGIS (Persatatuan Gereka Indonesia Setempat) dengan Katholik. Dengan biaya Rp 5,000,000 per 10 (sepuluh) tahun, kemudian ada uang perawatan setelah 10 tahun yang bertempat di Sasono Mulio. Karena kalau bekerjasama dengan TPU setempat tidak bisa berjalan dengan baik.

Diakonia juga memberikan beasiswa setiap bulan dan setiap semester.

Untuk kunjungan sesuai dengan keputusan rapat setiap hari jum’at untuk pelaksanaan Kamis minggu depannya, untuk kunjungan rutin setiap minggu adalah di hari selasa. Ada komisi yang beda yaitu Persekutuan Usia Indah (kalau dibekasi sepertinya lansia).

Sepertinya mungkin sudah hal umum, kalau sound system masih belum begitu baik, terutama di tempat masih boleh dibilang skala mengenah jumlah jemaatnya, karena pada saat kotbah, kadang banyak suara noice “dak/tak/duk” yang membuat tidak konsentrasi mendengarkan karena sudara dadakan jadi kaget. Mudah-mudahan ini masukan buat perbaikan.

Dengan kebaktian sekali mulai pukul 9.00 sepertinya lumayanlah kira-kira kehadiran jemaat 50% kalau dengan asumsi 350 jiwa.

Adapun HUT GKP Cirebon tahun ini adalah yang ke 152 tahun (sudah lebih 1.5 abad)

Dan sudah mempunyai ruangan serba guna yang ditanda tangani oleh Ketua Sinode GKP dan Walikota Cirebon tahun 2013

Sekali lagi terima kasih pak Pdt. Edward yang telah meluangkan waktunya untuk saya bertanya. Kalau ada dalam tulisan saya ini yang kurang/salah mohon dikoreksi.

Saya salut dengan GKP “Bethel” Cirebon, karena persektuannya hidup, terutama dalam persembahan bisa dilakukan dengan pos-pos yang telah ditentukan. Semoga Jemaat Cirebon bertumbuh dan Tuhan memberkati.

1dc71-gkp2bcirebon1

Ke Cirebon libur lebaran tahun 2016

Jpeg
Exit toll palimanan

Kesekian kalinya saya harus mudik ke arah jawa tengah, karena mide yang dikunjungin boleh dibilang sudah tua. Seusia beliau 90 an tahun harus sering di kunjungi terutama hari-hari perayaan seperti sekarang ini. Dalam usianya beliau masih boleh dibilang gesit karena berjalan masih normal, dan berkata juga masih batas normal. Biasanya jika sudah lama tidak bertemu dengan usia beliau pasti bertanya siapakah gerangan ananda. Tapi ini tidak saya dengar kecuali bertanya bager toh nak…. Saya hanya berpikir, masih dapat kah saya mencapai se usia an beliau itu, karena zaman ne sekarang sepertinya 70 an aza sudah termasuk bonus.

Kembali dalam perjalanan mudik memang sepertinya sudah di permudah dengan cukup sekali membayar di exit tol palimanan jadi tidak ada antrian saat masuk tol cipali seperti tahun lalu. dengan adanya discount dari 1 ~ 10 July 2016, maka toll dibayar Rp 97rb, dan menghindari macet di prapatan palimanan exitnya dialihkan di exit toll plumbon, yah nambah lagi deh…

Tapi pada tahun ini saya merasa sedih, karena hal yang tidak pernah kuduga terjadi, tak pernah kudengar keluar kata-kata aneh, padahal itu saya bilang hanya karena hal sepele. Apa yang harus saya perbuat karena kita adalah manusia yang dibilang roh memang penurut tapi daging lemah. Hanya bisa memohon agar Tuhan memberikan jalan terbaik dan pikiran terang agar bisa ada damai terutama dalam hidup yang saya jalani. Karena hidup ini hanya dijalankan dan tidak bisa memilih atau ditolak, sampai akhir hayat yang telah ditentukan. Seandainya ada pilihan, pasti memilih yang eunak….. tenan.

Mari kita jalani hidup ini, agar tidak sia-sia, ketika kita ditanya kemudian hari….