Perantau dari sumtera utara

IMG-20161217-WA0010

Inanguda ku ini adalah termuda dari keluarga mama ku, ternyata kehidupannya tidak seperti yang saya saksikan pertama kali bertemu beliau di tahun 1977, karena saat itu saya sempat iri, eunak juga hidupnya inaguda ku ini , mana mash muda lagi!

berikut uraian beliau sebagai renungan bahwa semua bisa terjadi jika kita mempunyai keinginan dan Tuhan telah mengatur jalannya setiap kehidupan manusia. tinggal bagaimana manusia untuk menjalaninya. Teirma kasih inanguda telah membuat coretan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yang membaca terutama anak-cucunya.

IMG-20160908-WA0014

My day my experience titik balik dari semua kenangan yang membutuhkan kesabaran dan kematangan bertindak endingnya semua pasti berlalu hari ini kadang2 timbul pemikiran yang mengundang emosi …..bla bla ….ach kalau saja bukan aku yang sudah umur senja ini pastilah brontak itu pasti akan tetapi ku sangat sadar itu tiada berarti karena perjalanan hidup ini tentu se izin Tuhan klo Tuhan berkehendak semua bisa terjadi tiada yang mustahil bagi Tuhan dan klo kita yakin perjalanan hidup ini adalah ibarat singgah disuatu tempat ketika kita dalam perjalanan so tidak semuanya indah ……bila direnungi dari a sampai z mereka2 yang tidak sempat menikmati ….betapa wajib disyukuri betapa Tuhan maha baik masih banyak hal2 positip yang indah yang membingkai kehidupan ini yah tiada yang mustahil bagi Tuhan ……ampunilah dosaku Tuhan yang kurang bersyukur atas berkat Mu yang melimpah

Apalah saya ….anak kecil yang lahir di pulau sumatera sana dan dibesarkan di ibukota yang notabene sudah yatim piatu …..masa kanak2 tak begitu indah pergi kesekolah berjalan kaki menelusuri rel setiap hari pulang pergi ….sekolah di tempat elit yang sebaya2 ku anak2 orang terpandang dan punya materi yang lebih dari cukup …akan tetapi tidak mematahkan semangatku untuk giat belajar walau tanpa buku tanpa meja belajar konon lagi harus mengurus pekerjaan rumah tangga masak mencuci dlsb nya karena dimana aku tinggal kakak dan iparku bekerja dua2nya akan tetapi tidaklah mencukupi karena saat itu kita memang jauh dari kemewahan walaupun tinggal disebuah gang di selatan Jakarta yang lingkungannya sangat akrap peduli satu sama lain ….selesai esema aku tidak melanjut lagi kupilih untuk bekerja di pabrik walau upah ku hanya cukup untuk makan 10 hari saja….aku lelah berjuang kesekolah 6 tahun lamanya hanya berjalan kaki pulang pergi tiba di sekolah tenagaku sudah ambruk konsen untuk belajar tidak lagi semaximal mungkin. Masa2 bekerja sangat indah setiap sabtu dan minggu aku lembur demi uang dan ketika uang itu kuterima teman2ku mengajakku untuk menikmati makanan atau sekedar beli pakaian .itu sangat menyenangkan pada zamannya.Aku memang punya nilai plus pandai bertuturkata dan modal ramah dengan atasan membuat managerku sangat peduli padaku aku dapat jabatan yang cukup menggiurkan payroll istilahnya yakni membagikan upah buruh dimana aku bekerja .Betapa tidak karena hari2ku hanya untuk bekerja dan bekerja.Singkat cerita sampai 5 tahun masa kerja aku tidak punya apa2 easy come easy going. Padahal teman2 ku sesama acounting bisa beli rumah atau lainnya.Karena politik ekonomi pabrik dimana tempat aku bekerja gulung tikar dan jadilah aku pengangguran.Yah cukup lama kerjaku hanya main dengan teman2 lamaku pikiranku jauh dari dewasa bahkan masa depanku tak pernah terbetik mau bagaimana besok. Setelah nganggur tak jelas kakakku mengirim aku ke eropah jauh kalipun, tapi dengan bermodalkan nekad kuturuti saja .hitung2 jalan2 pikirku …. disana aku jadi apa? Mau kerja bahasapun aku blepotan. Jadilah aku menikmati kota2. Apa itu kota2. Jalan2lah dari kota a ke kota b sungguh senang. Ketika uang saku ku habis buru2 aku ngacir ke ibu kota pulkamlah dan tak lama nganggur aku mulai bekerja di expedisi. Rekan2 ku mata2 sipit alias cina.Mereka sangat baik aku di ajarkan bagaimana caranya betinvestasi. Itulah titik balik dimana aku mulai mengerti hidup yah dewasalah.Rupiah demi rupiah kukumpulkan karena menurut ku tidak selamanya hujan tidak selamanya juga panas. Dengan teman yang handal menghitung akupun mulai menikmati dunia luar. Singapore, Hongkong semua kujalani bahkan seluruh kota di pulau Jawa telah kusambangi. Hidup memang anugrah hari2 ku penuh dengan tawa, kata orang istilahnya bosan miskin. Akupun dapat membeli kendaraan roda empat dan jadilah aku petualang jarang dirumah. Setiap tanggal merah dikalender sudah menjadi full acara bagiku dan sahabat-2 ku. Lagi enak-2nya kerja dengan posisi yang baik dan menjanjikan keluar peraturan pemerintah yang tidak memihak. Semua pegawai di phk jadilah kita pengangguran tingkat tinggi. Untung keberuntungan masih memihak aku kembali kerja di developer. Lumayan menyenangkan dengan situasi yang baru bidang yang baru yah kerja lapangan walau latar belakang pendidikanku bukan tehnik. Nasip membawa aku harus memilih ketika mantan pacarku melamarku.

I Ato Purba 20170620_103058

Jadilah aku ibu rumah tangga dengan anak semata wayangku yang aku cintai. Liku2 pernikahan bukannya mulus tuntutan ekonomi mengajariku harus wiraswasta. Mulai dari modal dengkul jual jasa, dagang makanan sampai menjadi ibu kost kujalanin sampai akhirnya kupilih untuk berhenti total mengurus rumah tangga saja. Kesibukanku hanya menghadiri pesta, arisan dan urusan keluarga saja. Banyak suka dukanya nenyibukkan diri dirumah mulai dari renovasi rumah sedikit demi sedikit supaya layak huni sampai memutar otak untuk mengatur keuangan supaya balance setiap bulannya. Kadang2 tak jarang harus gali lobang tutup lobang. Yah itulah hidup yang harus di syukurin. Dan endingnya menikahkan anakku dengan br Sagala dan kini suasana rumah telah berubah tambah penghuni, mantu ku isteri anakku. Tinggal banyak berdoa untuk kebahagiaan anak. Karena tugasku sudah berkurang, dan kalau Tuhan berkehendak semoga cepat menimang cucu. Amin…

Ah….h Kakak ku yang dulu membantu dan membimbing aku sehingga bisa aku mandiri dan seperti ini (aku tidak pungkiri dan sangat berterima kasih atas jasa beliau terutama pada diriku), ……….tiba2 muncul diantar satpam, oh , kenapa masih jalan2 kagak takut hilang alias nyasar ach ku tahan emosiku, Dia sudah lelah pada umur yang hampir 77 tahun masih tegar phisik walau pikirannya dah error (istilah sekarang pikun).

Kubuatkan kopi, kusuguhkan dengan biskuit yang ada dimeja, kelihatan dia agak tenang, walau baru nyampe mau pamit pulang? ngapain datang klo cuman setor muka?, alih-alih, lama-lama, dia cerita tadi habis cekcok sama anak yang sulungnya, trus mau nginap …..aku iakan saja ….

Terbayang masa2 muda dulu dia pertaruhkan segalanya untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya

……Aku mengikuti lika liku hidupnya yang penuh dengan kegetiran dan emosi yang tak terkendali temperamental (setiap hari tiada hari tanpa marah), saat itu aku masih esempe kami tinggal dengan kakak2 ku yang lain kelihatannya sih baik2 saja sampai pada satu saat dia saya dengar cekcok dengan ipar ku dan putusannya berpisah.

Hanya hitungan bulan kakakku sudah menikah lagi dengan ipar baruku mereka dikaruniai 3 anak ( 2 perempuan dan 1 laki2 ). Sebelumnhya mereka tidak punya keturunan.

Dalam Perjalanan kehidupan sampai pada  anak ke 3 berumur balita kejadian serupa terulang lagi mereka ribut dan diakhiri dengan perpisahan.

Dalam hitungan bulan kakak ku sudah menikah lagi dan dikaruniai 2 anak (1 laki-laki dan  1  perempuan). Beruntung aku saat itu sudah bekerja tapi dengan setia kuikuti perjalanan hidupnya. kalau dilihat bukan masalah materi dalam hal segala-galanya karena rumah tangga mereka kembali tak pernah aman,  keributan sehari-hari selalu hadir tidak apa penmicunya.

Aku memang termasuk manusia yang cuek tak pernah mau terlibat didalamnya ketika cekcok itu terjadi, kadang membuat aku parno (apakah pernikahan itu seperti itu atau apakah gayanya memang berbeda beda), tapi kok bertahan sampai sekian tahun? Sampai pada satu waktu perpisahan mereka pun tak terhindarkan yach mereka berpisah lagi!.

Untungnya ketika mereka berpisah aku sudah membina rumah tangga jadi aku bisa menyelami (barangkali itu takdirnya). Pada akhir hidupnya dia sepertinya tidak begitu beruntung karena ketika anak bungsunya menikah semua hartanya dihibahkan pada anak-nya. Jadilah dia tidak punya apa2. Sampai2 semua sanak saudara berpendapat hal itu keliru karena dia masih punya kehidupan, tapi kenapa? Akan tetapi dia cuek2 saja tak perduli .😂😂😂 Dia tinggal dengan anak sulungnya dan anak-anaknya yang lain tidak pernah perduli dengan kondisinya. Salahkah dia ?, memang dia sudah penat, terlalu banyak pederitaan yang dia hadapi (3-kali berumah tangga 3-kali gagal dan punya anak pun tidak mencintai dia seperti apa layaknya). Anak2 nya hanya berpikir itu derita dia.

Hm….m ironis memang betapa dia melakukan semua untuk kebahagiaan tapi anaknya tidak pernah dapat meng-hargai perjuangannya. Anaknya hanya berpikir sepanjang galah senentara dia berfikir sepanjang jalan.

Memang tidak ada yang sempurna perjalanan hidup ini gambleeng, akan tetapi kalau kita jujur mana kala disuruh memilih pastilah dia memilih berumah tangga yang baik2 saja. Tentu dia pun tidak menghendaki kawin cerai. Tapi perjalanan hidupnya seperti itu dia harus menerima. Kalau saya bisa menilai dia cuman kurang sabar saja. Terlalu ambisi untuk hidup senang padahal semua itu perlu proses. Maka dari itu pada masa tuanya saat ini kulihat tidak ada beban. Dia sanggup kerumah sanak famili tanpa berfikir entar gue nyasar atau apalah.

Kulihat raut mukanya makin pudar auranya sudah tidak seperti orang tua layaknya. Perlukah dia dikasihani? Sepertinya tidak setiap perjalanan hidup manusia atas kehendakNya …..semoga endingnya baik itu doaku. Amin

Aku dan kakak ku Ida Rake duduk ditaman bernostalgia membicarakan masa2 lalu yah sekedar kill the time sebelum sebelum anaksulungnya  datang menjemput dia semalamnan nginap di rumah ….yach kami sekarang tinggal bertiga dari sepuluh bersaudara lainnya sudah bersama Tuhan . Hidup seperti baru kemarin saja tak terasa kami sudah 52 tahun bersama ….banyak kenangan indah suka maupun duka bersama di ibukota kami lalui entah berapa jaman presidennya aja dah yang ke 7. Kakakku ini memang baik sangat baik aku baru merasa sekarang kami saling sayang walau sudah sepuh. Dunia indah itu sudah berlalu kami sudah top tua ompong dan kadang2 lupa alias pikun ….Kakakku yang satu tinggal dibekasi jarang ketemu tapi klo ada even kami selalu kumpul sekedar pelepas rindu, itulah artinya saudara ada koridornya karena keluarga sudah beda masing2 dengan segala permasaalahannya.Tapi kami tak pernah ribut tak pernah menyimpan dendam yang muda mengalah walau yang tua otoriter. Yang muda mengalah walau yang tua tidak memberi karena persaudaraan itu tidak diukur dengan materi. So harapanku Biarlah Tuhan berkenan atas segalanya kami berserah walau hati berkehendak.

Semoga beliau sehat selalu panjang umur, sehingga bisa menyaksikan dan menimang cucu seperti yang diharapkan.

Tuhan memberkati kita semua.

RIP Tulang Samen Purba (7)

Tambahan coretan…n

Filosofi halak batak

Hutatap hutailihon ….ini barangkali filosopi kehidupan yang wajib kita renungi betapa tidak bak gemercik air setitik demi setitik klo kita berada disana pasti basah atau dengan perkataan lain bila kita berdiri di tengah keramaian pasti memandang sekitar mencari arah tujuan ….itulah hidup harus dilalui seperti air mengalir ….siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan akan tetapi kebahagiaan itu adalah anugrah karena apapun itu semua bila Tuhan berkehendak pasti terjadi untuk itu setiap rencana dan pekerjaan kita kiranya Tuhan campurtangan agar hasilnya sesuai dengan kehendakNya saja …jangan pernah berfikir kita kuat kita mampu atau kita dapat membayar apapun itu ……karena semua nya adalah milik Nya dan atas doa dan permohonan kita dapat menikmati untuk memuji memuliakan Nya amin

Kita jadi orang Indobesia adalah karena Tuhan berkehendak begitu juga kita jadi suku Batak karena kehendak Nya dan kita lahir dari orang tua kita karena Tuhan ..tidak ada dalilnya manusia memohon jadi orang si leban atau tinggal di kutup Utara sekalipun…..itu perkara yang 1 dan yang ke 2 …setiap manusia hidup di dunia ini hanya sementara tidak ada jaminan kita besok masih bernafas atau tidak atau beberapa waktu kedepan kita hanya berharap semoga kita diberi nafas kehidupan esok oleh Tuhan…..dan yang ke 3 …setiap manusia berharap ketika esok telah tiba waktunya Tuhan menempatkan kita disisi Nya untuk itu kita berbuat baik berperilaku baik dan menjauhkan segala dosa serta melakukan setiap kehendak Tuhan sesuai dengan kepercayaan masing2…….so apa yang kau pikirkan ……berhentilah berfikir negatif mulailah berfikir jernih karena hidup ini sangat singkat


Andorang so merdeka, hita halak batak nunga mengamalhon PANCASILA.
Hata ni UMPAMA-UMPAMA na mandokhon:

  1. Sirungguk ma si bulung rata, ia di si hita
    marpungu di si do Amanta na martua Debata (sila 1).
  2. Pat ni gaja ma tu pat ni hora, sude do hita anak
    ni raja dohot pahompu ni namora. (sila 2).
  3. Rampak na do tajomna,
    rim ni tahi do gogona.
    (sila 3).
  4. Aek godang tu aek laut,
    dos ni roha/ tahi do sibahen na saut. (sila 4)
  5. Sinapnap uruk-uruk, silanlan aek toba,
    dakdanak ndang marungut-ungut, na
    magodang nang na-tua2, sude marlas ni roha.
    (sila 5).

Les Music Nafiri GKP Bekasi

resital
FB_IMG_14936861287867971

Terima kasih kepada GKP Bekasi yang telah membuat wadah untuk anak-anak jemaat GKP Bekasi khususnya untuk bisa belajar dalam memainkan alat music seperti piano, keyboard, bas, drum dan olah vocal dengan nama “Nafiri”. Dengan adanya wadah ini sehingga anak-anak jemaat bisa ambil bagian untuk belajar dan mengambil ilmu dari gurunya yaitu Mba Bella, pak Pdt Ari Siagian, Pak Eko, Pak Pale dan pak Anton yang begitu semangat mengajar anak didik, karena ini adalah salah satu bentuk pelayanan mereka di ladang Tuhan khususnya di GKP Bekasi. Dan tak lupa juga kepada bapak Poltak selaku Majelis bagian PHRG sebelumnya dan mengakomodasikan wacana ini sehingga terlaksana dan kepada komisi PHRG yang telah ambil bagian. Pada hari Senin 01 May 2017 kebetulan May day, adalah libur bersama sehingga bisa diadakan acara Resital musik I di Gereja GKP Bekasi. Dengan diajarkannya bermain alat musik sejak dini semoga membentuk karakter melayani terutama diladang Tuhan dan khususnya di GKP Bekasi. Berita baiknya adalah Kursus musik Nafiri ini telah di akui/didukung oleh Sinode GKP bahkan diundang untuk bisa mengisi pada saat sidang sinode bulan July yang akan datang. Dengan didukung oleh Sinode maka, legalitasnya ada dan diakui sehingga bisa mengeluarkan sertifikaste dan GKP bekasi sebagai pusat pendidikan/kursus alat music dan nantinya akan bisa menjadi pengajar music di GKP di tembapt lain dari anak didik ini seperti cirebon, bandung, jakarta, bogor,…. Wah kakak pengajarnya pasti bangga dong ,karena anak didiknya berhasil dan bisa menularkan ilmunya kepada orang lain, terutama dalam pelayanan di ladang Tuhan. Karena kewajiban kita adalah untuk memuji dan memulyakan Tuhan baik melalui alat music atau melalui vocal yang kita miliki. Seperti pada raja Daud ketika kembali dari peperangan melawan plistin dengan kemenangan, lalu keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota menyongosong…dan menari-nari dengan memukul rebana dengan bersukaria dan dengan membunyikan gemerincing dan bernyanyi berbalas-balasan… (1 Sam 18:6-7) Tuhan juga kita puji dengan perakuan yang yang sama bahkan lebih baik lagi dari pada perempuan israel saat menyanyi untuk Daud dan Saul, karena kita telah menerima keselamatan dari Tuhan melalui penebusanNya di kayu salib. Mari adik-adik seperti kata pak Pdt Ari Siagian, harus dilanjut dengan mengasah agar lebih maju dan jangan berhenti untuk selalui belajar dan belajar. 20 peserta yang akan ditampilkan sebelumnya peserta beserta orangtua dan undangan bernyanyi bersama, dan kemudian peserta dibagi menjadi 3 sesi dalam menunjukkan/mementaskan hasil belajarnya dengan kaka-kakak pengajar di Kursu Nafiri..

Pak Siagian
Pak Siagian 
Pak Ari Kusuma
Pak Ari Kusuma
Pak Pdts
Pak Pdts
FB_IMG_14936861325429376

Sebelumnya sambutan dari Bapak Poltak dari  Majelis dan Pak Ari Kusuma mewakili  KPS dan selanjutnya dari gembala GKP Bekasi bapak Pdt Yoga dan Pdt Sains dan ikut ambil bagian dalam memberikan semangat kepada anak didik mengisi pujian sambil memainkan alat musik gitar, bas dan keyboard.
Sehingga salah satu motivasi kepada anak didik agar bisa lebih giat dalam belajar.
Biarlah apa yang dipersembahkan oleh Nafiri menjadi berkat bagi jemaat GKP Bekasi khsusnya.
Tuhan memberkati.