snow world internatioanl bekasi-revo

Bagi yang berkeinginan main slaju dan merasakan bagaimana suasana salju, maka tidak akan sulit lagi kita mencapai dengan biaya yang terjangkau.
Karena tidak akan perlu lagi perlu kedaerah/kota atau ke luar negeri  yang bersalju seperti Amerika, dan lainnya dekat kutub utara.
Dengan banyaknya tujuan rekreasi telah dibangun juga kondisi yang sama seperti di luaran sana seperti asli, yaitu ada di Transmart junda Bekasi kota yang lumayan wah dan tentunya juga duitnya.
Tapi kalau hanya ingin sekedar mengetahui dan merasakan dengan kantong yang pasa-pasan ada tujuan baru yaitu di snoworld revo-bekasi. Ticketnya cukup terjangkau yaitu Rp 60,000 per orang dengan bermain bersalju sepuasnya.
Asal cukup kuat saja, karena walaupun disediakan jaket tetap saja lama-kelamaan akan dingin

.
Apalagi sampai kita bermain salju (lempar-lemparan) ini akan mempercepat merasakan dingin.
Bagi yang berkeinginan silahkan datang dan bermain tentu jangan lupa mempersiapkan bekal khususnya untuk penghangat bada seperti kaos kaki, sepatu sarung tangan jika perlu jaket juga lebih baik walau sudah disediakan.


OK… guys…demikian sekelumit info bagi yang ingin bermain salju dan es…

Terima kasih telah mampir dan membaca (Jun 29 – 2019).

Devoyage Bogor lebaran 2019

devoyagejun2019 (24)

Tidak terasa sudah lebaran lagi, padahal masih baru kemarin sepertinya lebaran …:)
Karena tidak ada rencana untuk pergi keluar kota seperti biasa, maka direncanakan bisa refreshing ke tempat hiburan atau rekreasi pada hari Kamis June 06, 2019.



Kali ini rencana pergi ke devoyage yang berada di Bogor.
Ditempat ini kita akan menemukan berdirinya atau mulainya dibangun sesuatu di itali seperti “pisa” menara miring yang dibangun tahun 1173, ikon kota london jam big ben yang dibangun pada tahun 1859 dipuncak menara santo stephen digedung parlemen westninster,




red phone box pertama kali diperkenalkan tahun 1920, tower bridge, London eye dan bus tingkat berwarna merah juga sebagai ciri kota london. Eiffel tower yang dibangun tahun 1887 di France, tidak ketinggalan Windwill/kincir di Rotterdam yang dibangun sejak tahun 1421.




Perginya ketempat ini, minimal kita mengetahui sejarahnya bagian europe serta icon dan bangunan yang bersejarah.
Memang tempatnya tidak begitu luas, karena dengan waktu 3 jam-an kita sudah bisa mengelilingi serta memandang seluruhnya.
Sekembalinya dari devoyage rencana makan di rumah air yang bersebelahan dengan dovoyage, tapi ternyata sudah kalah/telat karena antri-an panjang, sehingga di alihkan ke tempat lain yaitu rumah makan bakul-bakuld dekat entry pintu toll bogor , karena hanya rumah makan ini yang sepi pengunjung. sementara kampung tengah tidak mau lagi diajak kompromi.



Setelah selesai urusan perut kembali meluncur ke bekasi, dan kembali ke rutinitas menyelsaikan pekerjaan rumah karnea masih libur ….
Mudah-mudahan ini menjadi sedikit penambah wawasan yang punya rencana akan mencari tempat hiburan atau rekreasi keluarga….



Terima kasih telah mampir.



Sejarah GKP Cirebon

Pendahuluan.

Pada tanggal 27 Sep 2013 ini GKP Cirebon memasuki usia 149 tahun.

GKP+Cirebon

Perjalanan panjang kehadiran GKP Cirebon telah memberi warna pada perjalanan kota Cirebon. Dr. Hendrik Kraemer dalam tulisannya menyatakan bahwa dari laporan-laporan zendeling dan para guru kita mendapatkan kesan berikut mengenai keadaan di resor Cirebon. Jemaat kota Cirebon berjumlah 244 orang, Diantaranya orang Tionghoa merupakan minoritas. Jemaat itu jemaat campuran, yang terdiri dari orang Tingkhoa, Jawa, Sunda, Ambon, Menado, Batak dan Sangir.Kendati orang Tionghoa merupakan minoritas, berhadapan dengan kelompok2 bangsa lain merupakan kesatuan yang padat, yang juga lebih giat dan bergairah (Kraemer laporan jawa barat, hal..). Catatan Kraemer ini dibuat pada tahun 1930. Lebih lanjut Kraemer mencatat : Dalam bulan oktober 1930 penduduk Pribumi provinsi West-jawa berjumlah 11.039.350 jiwa. Dari jumlah itu 8.5% saja yang tinggal dikota, selebihnya, penghuni pedusunan. Mayoritas 8.5% saja yang tinggal di Batavia, Bandung dan di Kotapraja, Pada tahun yang sama, jumlah orang Tionghoa di Jawa Barat 259.718 (dijawa tenghah 130.360, dijawa timur 154.487). Di jawa barat mereka merupakan 2.28% seluruh penduduk. Dari mereka 52% tinggal di Kotapraja. Dipedusunan tinggal 123.978 orang Tionghoa diantaranya 60% di tanah partikulir (yang bekas atau masih ada)orang Tinghoa paling menonjol di Batavia, Cirebon. Dikabupaten Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Orang asing lainnya, terutama orang Arab berjumlah 17.300 jadi 0.15% penduduk. Dari mereka 70% tinggal di Kotapraja. di Cirebon, orang Arab merupakan 2,9% penduduk. Di jawa barat jumlah wanita melebihi jumlah pria. Menurut Minde Welvaartsonderzoek-verslag (dimulai 1905) poligami sering terjadi dareah serang, priangan dan Cirebon. Di tengah lautan penduduk itu ada sejumlah orang Kristen Pribumi, yang diasuh oleh NZV, Akhir 1932 mereka …, sedangkan orang kristen Tionghoa berjumlah 1.405, seluruhnya 5.497 orang kristen. Catatan Kraemer ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah GKP Cirebon. hal ini mengingat potret yang disampaikan Kraemer di Belanda. Kemudian mendorong kemandirian GKP dan GKP Cirebon salah satu pendukung sidang pertama Rad Ageng pada tahun 1934. Dalam tulisan singkat ini disampaikan secara umum mengenai kehadiran GKP di Cirebon sejak berdirinya sampai saat ini.

Masa tahun 1864 – 1934.

Kehadiran GKP Cirebon tidak bisa dipisahkan dari semangat Penginjilan yang dilakukan oleh Nederladsche Zendifsvereeninging (NZV). Lembaga Zending NZV didirikan di Rotterdam tanggal 2 Dec 1858, dan atas saran sebuah lembaga pekabaran Injil di Jakarta (Genootshap voor in-en uitwendige Zending GIUZ), NZV bekerja di Jawa Barat di kalangan orang-orang Sunda. Pada tahun 1863 tiga orang utusan pertama NZV yiatu Cabrs, D.J. van der Kinden dan G.J. Grashuis , tiba di Tanung priuk dan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Tetapi karena kesulitan mendapatkan izin kerja D.J. van der Linden pindah ke Cirebon, kemudian ke Indramayu. D.J van der Linden memulai pelayanan di Cirebon Nov 1863 walaupun pada saat itu belum mendapatkan ijin dari keresidenan Cirebon, tetapi hal ini tidak menghambat pelayanan yang dilakukan. Dan dalam waktu satu tahun pelayanan setelah beliau tiba di Cirebon dibaptislah seorang ibu keturunan Tionghoa yang bernama ibu Salaber. Mengingat saat itu ijin untuk beliau belum didaptkan maka pelaksanaan baptisan ini dilaksanan oleh Pdt. JGW Krol, seorang pdt Indeshe Kerk. Dan dalam kurun waktu setahun pelayanannya sudah tercatat 5 orang yang dilayani, yaitu ibu Salaber dan 1 keluarga yang berasal dari Tegal. Pada tahun 863, NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang akan melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863, dan tiba ti Batavia pada 22 jan 1864, kemudian beliau melanjutka perjalanan ke Cirebon beliau bersahabat dnengan seorang perwira keturunan Tionghoa yang bernama Letnan Ong Paw. letnan Ong Paw bahkan memberikan tanah dan rumahnya untuk menjadi tempat beribadah emaat yang menjadi pelayanan A.Dijkstra. Dari pelayanan Dijkstra maka pada tanggal 27 Sep 2868 dilaksanakan sakramen baptisan kudus atas bapak Sarban dan ibu Widjem. Mereka adalah orang pribumi yang berasl dari Tegal. Sementara itu baru tanggal 5 Des 1868 Letnan Ong paw dan istri juga di pabtis. Hubungan baik dengan Letnan Ong paw ini memperkuat pelayanannya yang dilaksanakan oleh Dijkstra. Dalam pelayannya Dijkstra kemudian dibantu oleh Tarub, seorang pribumi yang dikirim secara khusus oleh Anthing. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 oct 1893. Para Zendeling silih berganti melayani di Cirebon, pelayanan dilaksanakan kepada orang-orang Jawa dan kemudian berkembang kepada orang-orang yang berasal dari Ambon, Minahasa dan Batak. Bahasa yang dipergunakan dalam pelayanan adalah bahasa melayu. Dari catatan tahun 1885 diketahui bahwa jumlah jemaat berjumlah 39 orang. mereka terdiri atas 10 orang Jawa Barat, 13 orang Ketrurunan China, dan 16 orang keturunan Indo, serta Ambon. Secara presentase, jumlah anggota jemaat dari suku Sunda lebih sedikit daripada etnis lain dari Jawa barat.

Masa tahun 1934 – sekarang.

Pelayanan para zendeling terus mberkembang juga melalui pelayanan pendidika dan kesehatan. Ruang pelayanan mereka bukan hanya di Cirebon tetapi juga turut membantu pelayanan kesehatan baik itu di beberapa zendeling sempat mengambil bagian sebagai pengurus lebaga kesehatan yang ada. Dan dalam semangat kebersamaan pula gereja Cirebon hadir dalam sidang Rad Ageng yang sangat bersejarah itu dan turut mengambil bagian dalam keputusan bergabung mengadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan. Hal ini juga tidak lepas dari dorongan yang ditujukan oleh Dr. Hendrik Kraemer kepada pengurus besat NZV untuk memberi pengasuhan atas jemaat-jemaat di pasundan menjadi Gereja yang membuat Ia melihat bahwa jemaa-jemaat pasundan dan para pemimpin pribum punya potensi yang dapat dikembangkan kalau mereka sudah diserahkan tanggung jawab yangpenuh. Masa ini memberikan upaya semua pihak (para zendeling, pmemimpin pribumi dan warga jemaat) untuk menyesuaikan diri degan situasi yang baru. Hal ini menyangkut semua segi kehidupan dan jalinan0jalinan hubungan dalam gereja serta segala kegiataannya. perubahan stats dari jemaat-jemaat zending menjadi suatu gereja yang mandiri, menuntut perubahan di segala bidang kehidupapn gereja misalnya hubngan antara para zendelng dengan petugas pribumi, hubungan antara warga jemaat dengan para pemimpin gereja yaang semangat kemandirian jugalah maka pada tanggal 18 agus 1935, ditahbiskan seorang pendeta pribumi pertama di GKP Cirebon, yaitu Pdt Yoseph athe. Pada saat itu juga Pdt Yeseph Atje digantikan oleh Pdt. Enos Kaarubi. Dalam kepemimpinan Pdt. Enos Kaarubilah terjadi peristiwa yang bersejarah bagi GKP jemaat Cirebon, Pada tahun 1942 gedung gereja di jalan Pulasaren di bom tentara jepang, mengingat kehancuran gedung Gereja di pulaseran maka jemaat kemudian menggunakan gedung gereja milik Indesche Kerk di jalan Yos Sudarso. Gedung gereja diperkirakan berdiri pada tahun 1788 dan diperuntukka bagi pejabat negara dan juga orang belanda atau penduduk yang mempergunakan bahasa Belanda (menurut data dari wikipeda, gedung gereja ini merupakan gedung gereja tertua nomor tiga di Indonesia, sementara untuk Cirebon merupakan salah satu gedung tertua.

1dc71-gkp2bcirebon1

mengingat hal ini tentu saja dapat dipahami pemerintah menjadikannya sebagai cagar budaya). Gedung gereja ini ditinggalkan oleh orang-orang belanda yang terancam pendudukan Jepang. Catatan yang disampaikan oleh Pdt. J.J. Aijal yang mewakili Indesche erk untuk meninjau gedung-dgedung gereja milik Bethel diberi ijin untuk memakai gedung gereja ini daripada dipakai oleh pihak-pihak yang tidak beranggung jawab. Dan atas kasih Tuhan serta dalam semangat Oikumnis maka pada tanggal 22 Oct 1981, gedung gereja dihibahkan oleh BP Sinode GPIB yang diwakili oleh Pdt. AJ Sahetapy Engel sebagai ketua Umum dan Pdt. Johny A Assa sebagai sekretaris Umum, kepada BP Sinode GKP yang diwakili oleh Pdt. Arifin Dani selaku Ketua Umum dan pdt. Weinata Sairin selaku Sekretaris Umum. Sementara saksi-saksi dari Majelis Jemaat GKP Cirebon yaitu Bpk. Johny Sooriton dan Ibu Shiely Ban den Bosh. Sejak awal berdirinya pelayanan pada zendelinng di kota Cirebon mereka melakukan juga pelayanan di desa-desa sekitar Cirebon, Kuningan dan Indramayu pelayanan ini terus dikembangkan dengan baik, beberapa wilayah pelayanan itu adalah: Ciguru, Tangkoo, Cibuut, panguragan Lor, da Kancana Girang. sAmpai saat ini ada ag sudah menjadi J=jemaat mandiri ada jga sudah tidak dilayani lago oleh GKP. Para pendeta yang melayani diGKP Cirebon elaksanakan tugasnya dalam ketulusan hati dan semangat yang kuat. Wilayah pelayanan yang luas dengna medan yang cukup berat tidak menghambat jalannya pelayanan. Mengingat luas dan beratnya wilayah pelayahan tersebut dalam sejarah pelayanan di GKP Cirebon sejak lama memiliki konsep untuk pelayanan dilakukan lebih dari satu pendeta. sejak masa para zendeling hadir guru injil maupun orang-orang yang memang secara khusus mendampingi mereka. dan konsep ini terus berlanjut dengan pelayanan yang bersama dilakukan Pdt. Kesa Yoenoes dengan Pdt. Arifin Dani. Ketika masa pelayanan Pdt. Chita R Baiin, pernah dihadirkan 2 orang vikaris. Begitu juga ketika masa pelayanan Pdt. Supriatno hadir Pdt. Risma Manalu dan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Yayan Sampai dengan hadirnya Pdt. Adama Antonius Sihite. Para pendeta yang melayani di GKP Cirebon bukan hanya para pendeta GKP, tetapi juga daru beberaa Geeja yang karena tinggal di Cirebon turut melayani di Jemaat ini. Para pendeta tersebut antara lain: Pdt. Anna Wokas Rondoh dan Pdt. Prapto. Dalam pelayanannya juga GKP Cirebon menjadi tempat pentahbisan Pdt. Tri Admadja sebagai pendeta GKP dalam pelayanan di TNI AD. Konsep pelayanan yang dimunculkan sejak masa para zendeling ini menunjukkan semua pelayanan yang dilakukan harus menyentuh seluruh bagian warga jemaat. Semangat tersebut terus berkembang dengan pelayanan kehidupan persekutuan yang saling berbagi. Salah satu sisi kebersamaan persekutuan yang dalam berbagi di GKP Cirebon adalah kegiatan makan bersama. Makan bersama dilaksanakan minimal satu bulan sekali setelah kebaktian minggu dengan sebutan Tea Morning. Tidak ada catatan khusus kapan dimulainya kegiatan ini, namun jemaat dengan sukacita memaknainya dalam semangat kasih persaudaraan. Dalam kegiatan tersebut semua orang dapat duduk bersama, tua muda, besar kecil, semua sama. Ini merupakan kebersamaan yang luhur. Berbagi bukan hanya menjadi bagian internal jemaat, namun jemaat juga berbagi dalam kebersamaan dengan Gereja dan sesama. Hal inilah yang membuat sejak zaman para zendeling warga GKP Cirebon mengambil bagian dalam memaknai Tri Tugas Gereja maupun apa yang kemudian disebut Tri Wawasan GKP. hal ini menunjukkan dengan keterlibatan di berbagai aktivitas klasikal, sinodal maupun oikumenis. Bahkan partisipasi jemaat juga ditunjukkan dalam hubungan dengan lembaga-lembaga sosial, maupun sosial keagamaan. Disadari kehidupan warga Jemaat di cirebon membutuhkan sikap yang terbuka terhadap berbagai situasi yang ada disekitarnya. Sikap ini telah ditunjukkan oleh Ny. Salaber yang dicatat memiliki keterbukaan pada masyarakat. Bahkan lahan yang dimikinya ditanam tanaman obat yang dipergunakan bagi masyarakat. Sikap terbuka dan murah hati inilah yang membuat Ny. Salaber dierima dengan baik ditengah masyarakat. Keterbukaan ini kemudian menjadi ciri dalam pelayanan GKP Cierbon. Walaupun anggota jemaat berasal dari berbagai suku namun sikap positif terus ditampakan ditengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui keterlibatan dalam kegiatan Oikumenis maupun berperan aktif alam membangun dialog antar umat beragama. Sikap ini bukan hanya menjadi agenda Majelis Jemaat saja tetapi melibatkan seluruh bagian warga jemaat. Karenanya dalam kehidupan sehari-hari setiap bagian jemaat diingatkan untuk tetap terlibat dalam berbagai aktifitas masyrakat. melalui keterlibatan di tengah masyarakat tersebut diharapkan merupakan setitik sumbangsih GKP Cirebon bagi kota yang dicintai ini.

Catatan :

a. Penentuan tanggal ulang tahun jemaat ditentukan melalui Rapat Jemaaat tanggal 9 April 2013. Penentuan ini berdasarkan sumber-sumber yang telah ditelurusi dan Buku Registrasi jemaat yang diperkirakan dibuat pada tahun 1868.

b. Data para pelayanan di Cirebon.

1. Pada tanggal 16 Agust 1862 telah di utus tenaga penginjil ke Cirebon, yakni: Dirk Johannes van der Linden, tiba di Cirebon pada nov 1863. Beliau bekerja selama satu tahun. Dan pada masa pelayanannya dilaksanakan baptisan kudus pada ibu Salaber seorang keturunan china yang dipimpin oleh Pdt. J.G.W. Krol, tahun 1864.

2. Pada tahun 1863 NZV mengutus seorang tenaga penginjil yang aka melayani di Cirebon, beliau bernama Atze Dijkstra (1840-1893). Beliau berangkat dari Nederland pada 21 Oct 1863 dan tiba di Batavia pada 22 Jan 1864. Beliau melayani sampai meninggal dunia pada 7 Oct 1893.

3. Pada pelayanan A. Dijkstra dilaksakan sakramen baptisan kudus pada tanggal 27 Sep 1868 pada Sarban dan Widjem dan 5 Des 1868 pada Letnan Ong Pauw dan istri.

4. Dijkstra sejak Jul 1877 dibantu oleh Taroeb, seorang pribumi yang diutus Mr. Anthing untuk membantu pelaksanaan pekabaran Injil di Cirebon.

5. Pengganti A, Dijkstra adalah J.J.Muis 1896-1899

6. Otte van der Brug, melayani tahun 1900-1909

7. S. Coolsma mencatat bahwa pada tahun 1900, seorang perempuan asal Kuningan bernama Meneb, diangkat menjadi pembantu zendeling dengan mendapat gaji dari NZV. 8. Elizabert Cornelis Burgstede, melayani tahun 1935-1937.

9. Guru Injil Enos Djalimuoen, melayani di GKP Cirebon tahun 1836-1839.

10. Lulof Hendrik Put, melayani 19838-1940.

11. Pdt. Joseph Atje, dtahbiskan d GKP Cirebon 18 Agus 1935.

12. Pdt. Enos Kaarubi, melayani sejak 3 Nov 1941.

13. Pdt. Kesa Junus melayani sejak tahun 1943 di GKP Cirebon dan beberapa jemaat lainnya. Secara khusus melayani dan tinggal di Cirebon pada tanggal 1 Aug 1961 – 1 Jan 1975.

14. Pdt. Arifin Dani S.Th ditahbiska di GKP Cirebon pada 22 Feb 1968 dan melayani sampai 1971.

15. Pdt. Tri Atmadja SmPAK, ditahbiskan di GKP Cirebon pada 15 Oct 1976

16. Pdt Chita R Baiin S.Th, ditahbiskan pada 24 Mar 1983 dan melayani sampai 1992.

17. Pdt. Supriatno M.Th, melayani 1992-2002

18. Pdt. Rasima TE.F Manalu ditahbiskan di GKP Cirebon pada 1 Agus 2000 dan melayani sampai 2004

19. Pdt. Adama Antonius Sihite S.Si, melayani dari 24 Apr 2006 -2012

20. Pdt. Yayan Heryanto S.Si, sejak awal diproyeksikan utuk melayani di GKP Cigugur mengingat GKP Cigugur masih merupakan Bakal Jemaat, maka basis pelayanan beliau adalah GKP Cirebon.

21. Pdt. Edward Tureay, S.Th, melayani 05 Aug 2012 – 2018

gultom_PdtEdward

22. Pdt. Daryatno, Melayani 2018 sampai sekarang

 

Disadur Dari kumpulan Tata kebaktian GKP Cirebon

 

Tuhan memberkati

Tks pdt Daryatno atas izinnya

Berkat terindah

IMG_20180216_124556
IMG-20180608-WA0055
IMG-20180608-WA0044
IMG-20180608-WA0051
IMG-20180609-WA0004

Terima kasih Tuhan,,.! Esther bisa dapat NEM yang terbaik dengan nilai 291.55dan juara satu dari SD Harapan Indonesia Harapan Jaya (Jun 2018) tanda kelulusan dari kelas VI.

Bahasa Indonesia 94.75

Matematik 98.80

Ilmu Pengetahuan alam 98.00

IMG_20171216_114136
IMG-20180608-WA0052

Biarlah kiranya ini menjadi pujian dan kemuliaan bagi Tuhan didalam kesukacitaan yang kami terima.

IMG_20180210_121414

Begitu sukacitanya dari sekolah guru-guru pengajar baik kepala sekolah karena nilai NEM yang terbaik dari sekolah ini bahkan dari sekolah negeri hanya 27, sehingga mereka merekomendasikan untuk masuk sekolah pavorit (SMP 1), sementara NEM tertinggi lalu adalah 29.05

IMG_20180210_145036

Selanjutnya adalah mengukir prestasi baru di jenjang berikutnya yaitu SMP. Semoga ini sebagai langkah awal untuk membuat prestasi yang lebih baik, agar bisa menjadi bekal dimasa yang akan datang, selaku orang tua kami hanya bisa memberikan ilmu sebagai harta yang abadi yang bisa diberikan.

jalur_umum_Kota_bekasi
IMG-20180608-WA0057

Begitu besar berkat yang diterima sehingga menjadi bingung kalau dalam bahasa kekinian galau, karena rencana awal cukup mendapat peringkat di sekolah yang mudah di capai (SMP-5), bahkan kini bisa masuk ke sekolah pavorit (SMP-1). Sehingga butuh waktu dan pertimbangan khususnya dalam mobilisasi untuk mencapai sekolah, karena lumayan cukup jauh dari tempat tinggal.

cropped-img_20170225_170835_hdr

Terima kasih kepada Istri yang begitu setia dan sabar untuk membimbing dan memberikan pengarahan terutama dalam persiapan untuk ujian, tak lupa juga kami sampaikan terima kapada guru-guru pengajar di SD Harsia yang telah setia memberikan ilmu selama pendidikan kepada anak kami Esther.

Selalulah berkarya dan melakukan yang terbaik dalam hidup mu Nak!, agar kelah engkau bisa mencapai apa yang kau cita-citakan. Tuhan memberkati!

skating (5)

Sata sangat bersyukur begitu besar betkatNya dengan kenaikan kelas iv ke kelas dengan nilai yang baik yaitu peringkat 1 dan peringkat 2.

IMG-20180609-WA0007
IMG-20180609-WA0005

Tuhan kiranya memberikan berkatNya kepada Bapak/Ibu/Sdr/i yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materials.

IMG-20180609-WA0011
IMG-20180608-WA0045
IMG-20180608-WA0060

Resital musk GKP Bekasi

resital2 (23)

Terima kasih Tuhan telah bisa kembali ada resital ke-2 setelah didadakan yang pertama tahun lalu.

Hari ini selasa 29 May 2018 di GKP yang berada di  Bekasi disamping termina bekasi (kadang orang nyebut gereja terminal) diadakan resital dari Nafiri kursus sekolah musik yang diadakan oleh GKP Bekasi. Dengan adanya resital ini yang selama ini anak didik belajar tidak ada yang menonton, maka hari ini akan menunjukkan performance mereka agar bisa lebih yakin akan apa yang mereka pelajari hari ini.

Dari 19 peserta yang mulai dari pukul 2 siang dan selesai pukul 5 sore lumayan membuat sedikit lama karena dari awal banyaknya yang hadir tinggal beberapa orang yang bisa bertahan.

resital2 (48)

Terima kasih kepada kakak-kakak pengajar yang begitu sabar dan telaten memberikan pengajaran agar mereka bisa mengikuti.

Bpk Eko, Bpk Valen, Sdr Anton, Sdri Bella mereka adalah team pengajar di Nafiri sekolah musik GKP Bekasi.

resital2 (17)

Tentu Bpk Vikaris Duta Brahmana sebagai MC membuat acara berjalan menjadi hidup sehingga  peserta tidak bosan-bosan untuk mengikuti jalannya acara.

resital2 (56)

Diawali dengan dengan kebaktian singkat  renungan yang dibawakan oleh Pdt Saint Piter dari Roma 12:1 yaitu persembahan yang sejati degan membersembahkan tubuh kita, sebagai ibadah yang sejati, baik melalui talenta yang kita miliki.

resital2 (41)

Tentu diisi pujian dari SMKA GKP Bekasi, Trio (Fidella, Ezra dan Graze) dengan pujian “Pulihkan bangsa kami”, juga dari Trio gembala GKP Bekasi tentunya (Pdt. Yoga Willy Pratama, Pdt Saint Pieter dan Vik. Brahmana) tak kalah juga ikut mengisi dari TK “Lentera Kasih” GKP Bekasi

resital2 (53)

Terima kasih kepada Ketu YBPK, KPS yang diwakili bapak SL Manik, GKP Seroja yang hadir juga dalm acara ini.

Biarlah melaui nafiri sekolah musik GKP Bekasi ini menjadi pujian dan kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus Kristus dan ikut mengembangkan talenta anak/jemaat GKP Bekasi khususnya dan GKP umumnya.

resital2 (47)

Tuhan memberkati

Bulan Diakonia tahun 2018

Saya sangat bersyukur, masih bisa melayani di ladang Tuhan, sebagai ketua bidang 2 (keesaan dan kesaksian), kami mempunyai program yang dilakukan hampir tiap tahun sejak dua tahun yang lalu, yaitu bulan diakonia atau bulan kasih karena bulannya bersamaan dengan vale entin (kalau kata meneer zaman dulu).

IMG-20180120-WA0002

Bulan ini kita mempunyai program yang diisi setiap minggu mulai dari donor darah, pembagian bantuan pendidikan dan tanda kasih, aksi sosial dengan memberikan sembako kepada jemaat dan warga sekitar gereja dan bakti sosial dalam pemberian pemeriksaan kesehatan gratis bekerja samadengan rumah sakit bayukarta. Terima kasih kepada team dokter dan komisi dari rumah sakit bayukarta yang telah jauh-jauh dari karawang datang ke GKP Bekasi dalam rangka acara ini. Tentu karena keinginan melayani diladang Tuhan, sehingga dengan hati sukacita bisa melayani tanpa ada paksaan, saya pikir.

IMG-20180211-WA0018
IMG-20180121-WA0035

Saya juga sangat berterima kasih kepada komisi diakonia khususnya dan majelis bidang 2 yang membuat berjalannya program dan acara ini tentunya. Semoga semua pelayanan yang kita lakukan bersama ini berkenan dihadirat Tuhan dan tentu jadi berkat bagi kita. Minggu ke-tiga sebagai puncak acara adalah kebaktian syukur dengan pemberian sticker kepada jemaat dengan thema “melayani sesama dengan totalitas dan sukacita” serta pembagian sembako kepada jemaat dan warga sekitar gereja, dengan konsekwensi team diakonia full day di gereja tidak pulang lagi, karena 3 kali kebaktian akan mengisi pujian serta membagikan sticker tersebut.

Tentu dalam hal ini, masih banyak kekurangan dalam pelayanan khususnya kepada saya yang membuat rekan ada yang kurang berkenan agar bisa membuka pintu maaf.

IMG-20180204-WA0028

Mari kita bersatu, bergandengan tangan agar pelayanan kita menjadi sukacita bagi kita dan tentunya kepada Tuhan yang telah memberikan kita kehidupan.

Tidak lupa uga kami menyampaikan kepada jemaat GKP Bekasi serta majelis dan Pdt Yoga, Pdt Sains Pieter serta vik. Brahmana yang mendukung kegiatan ini baik secara pikiran dan materi.

Tuhan memberkati.

IMG-20180206-WA0004
berfose dengan team PMI Kab Bekasi
IMG-20180217-WA0039
Pembagian sembako kepawa warga setempat
IMG_20180204_091052 (Small)
Certificate dari PMI Kab Bekasi sebagai tanda terima kasih telah aktif mendonor dengan rutin
IMG_20180225_090735 (Small)
pemeriksaan kesehatan gratis…s

Pembinaan Diakonia tahun 2017

Akhirnya terlaksana juga pembinaan dan rapat persiapan bulan diakonia Feb 2018 dan program tahun 2018. Tidak terasa sepertinya waktu begitu cepat, karena baru kemarin kita melakukan hal yang sama di lembang. Seperti biasa, anak-anak sangat antusias untuk serta dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Esther yang sedang ikut leas piano di nafiri GKP Bekasi mempunyai tugas untuk mengiringi pujian saat kebaktian.

IMG_20171015_082128_HDR

Ibunya (Istri tercinta) memimpin senam pagi, dan sikembar membantu ibunya memimpin senam pagi.

Sabtu 14 Oct, pagi sekali pukul 6 sudah harus berangkat, karena menghindari buka-tutup setelah exit toll gate ciawi, karena titik kumpul di gereja, maka baru mulai bisa move on 6.30, alhasil, tepat ketemu saat tutup untuk naik, dan menunggu beberapa menit (30 menit). Sebagian ada yang melalui jalan alternatif, tapi kita sambil berkumpul dan bercanda ria berkumpul di SPBU setelah exit gate ciawi.

pembinaan2017 (5)

Kami sangat berterima kasih kepada Keluarga Pak Siagian yang telah mau memberikan tempat untuk pembinaan di villa milik beliau di puncak. Biarlah kiranya Tuhan menambahin berkat berlipat ganda dan bersukacita atas pelayanan mereka. Kamipun sangat sukacita, karena beliau sangat antusias dalam pelayanannya sehingga kami bisa tinggal dengan baik termasuk  persiapan tempat untuk istirahat dan logistik. (jempol buanget deh), sehingga pembinaan, rapat dan kebaktian bisa berjalan dengan baik. Sampai ditempat pukul 12 siang, setelah makan siang maka kami mulai dengan rapat persiapan bulan diakonia pada Feb 2018.

Dengan Tema  “Melayani sesama dengan totalitas dan sukacita”

Tak disangka dengan keseriusan peserta untuk rapat sampai-sampai pukul 4 sore baru selesai dan kita break untuk mandi makan dan malamnya mulai pukul 7 mulai pembinaan dan rapat realisasi pelayanan tahun 2017 dan program tahun 2018.

IMG_20171014_192620

Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan rangkaian acara sampai pukul 11 malam kemudian yang mau istirahat langsung pergi keperaduanm karena besok pukul 6 harus ikut senam.

pembinaan2017 (10)

Saya, pak Pdt dan pak Siagian malantunkan beberapa lagu sampai pukul 1 dini hari baru istirahat.

Walau mata masih susah diajak bersahabat tetap harus dipaksakan untuk melek, karena belum persiapan musik senam. Dan pukul 6.30 baru mulai senam durasi selama 1 (satu) jam… heh heh.

Baru kemudian membersihkan diri mandi dan sarapan sebelum kebaktian.

pembinaan2017 (7)

Selesai kebaktian pak Pdt harus segera kembali ke bekasi, karena harus pesiapan dan melayani firman di GKJ. Terima kasih pak pdt Sains Pieter yang telah memberikan pembinaan dan pelayanan dalam kebaktian. Biarlah pembinaan yang diterima oleh bid-2 dalam pembinaan ini, memotivasi dalam pelayanan kepada jemaat GKP khususnya lebih baik dan tulus dengan iklas…Sehinggga pelayanan kita berkenan di hadirat Tuhan.

 [googleapps domain=”drive” dir=”/file/d/0BzMc6FXQNXuGVnpxb283LVZRNk0/preview” query=”” width=”100%” height=”100″ /]

Pada pukul 12 siang kami rombombogan kembali ke bekasi tentu hunting oleh-oleh dulu 🙂 yaitu khas bogor strudel

strudel
pembinaan2017 (14)

Tuhan memberkati.

pembina2017
pembinaan2017 (6)

Family gathering HCMI

IMG_20171007_174926_HDR

Bagi sebagian orang pasti sudah mengetahui apa itu trans studio bandung.

Karena sudah lama wahana permainan ini ada, bedanya indoor atau area tertutup. Sementara kalau yang lain yang sama adalah area tertuka seperti dunia fantasi yang ada di Ancol. Kesempatan ini, dalam rangka ulang tahun dari kantor, maka diadakan refresing bagi karyawan dan keluarga, dengan jumlah 3500an orang maka terbayang dengan tempat seluas itu akan menjadi sempit, ditambah ada 2 PT lain sekitar 2000an orang, artinya lebih dari 5000 orang yang ditampung.

IMG_20171007_115704
IMG_20171007_153413
IMG_20171007_153421
IMG_20171007_153431

Kendalanya adalah bahwa mobilisasi ketempat tujuan harus dipertimbangkan matang-matang karena ini di tengah kota bandung. Jadi dengan pengorbanan untuk bangun pagi agar bis sampai pagi di tempat, tapi karena mengajak keluarga mau ngga mau bisa berang pukul 7an, sehingga sampai baru 11.30 di bandung. Sementara acara pidtoa dipanggung tidak bisa diikuti karena ketinggalan, karena mulainya 9.30 dan bubar 10.30, karena harus bergantian dengan perusahaan lain/ Konsekwensinya lagi dalam arena permainan menjadi sedikit yang bisa dinikmati, karena lamanya waktu antri.

IMG_20171007_141024
IMG_20171007_155050

Minimal keluarga sedikit berbahagia, karena dengan adanya wacana tour ini, mempunyai kesempatan untuk datang ke tempat, ini walau tidak full power. Setelah sampai langsung ambil makan siang di boot makan siang tempat kantor kerja dan hanya 3 permainan yang bisa dinikmati. Bis yang disewa oleh kantor sejumlah 51 buah juga ada yang kesiangan bahkan jam 1an baru sampai…..ditempat.

Karena kita menggunakan mobil sendiri maka bebas untuk pulang, sementara yang ikut rombongan sudah dibatasi pukul 4 sore ngumpul. untuk pulang. pukul 6 sore kita kembali ke bekasi dan mampir dulu di tempat belanja oleh-oleh serta mengisi kampung tengah….

Terima kasih kepada Panitia, dan management telah memfasilitasi tour ini, sehingga walau tidak memuaskan semua orang, minimal ada kebahagiaan yang diambil.

Demikian sedikit coret-coratan yang dilakukan 7 Oct 2017.

MAP TSB
IMG_20171007_163812_HDR
IMG_20171007_133821
IMG-20171010-WA0043
IMG-20171010-WA0044
IMG-20171010-WA0045
IMG_20171007_165451.jpg

Garut refreshing

IMG_20170902_083940_HDR

darajat pass diatas kolam renang

Saya sangat bersyukur, bisa mengajak keluarga refreshing, sesuai dengan rencana awal yang telah jauh-jauh hari diplanning.

IMG-20170902-WA0007
IMG_20170901_151442

Sebelumnya memang sudah ada plan dari punguan untuk pergi refreshing, tapi krena kendala beberapa anggota jadi dibatalkan unutk pergi. Tujuan refreshing adalah ke Garut, dimana ada tempat mandi air panas dengan nama Darajat Pass, dipuncak gunung. Pada saat berangkat memang sangat lancar, karena kebanyakan sedang melakukan pemootongan qurban, sehingga tidak ada kendala dalam perjalanan berangkat. Yang jadi masalhanya adalah unutk bahan bakar, karena masih banyaknya tutup spbu pada pagi hari.

IMG-20170901-WA0017

Sementara persediaan kritis, sehingga harus hunuting dulu, baru berani melanjutkan perjalanan melalu jalan toll. Penginapan sudah dibooking satu minggu sebelumnya, dan sepertinya ini terlambat, karena tempat dimana, pass tempat berenang sudah full book, sehingga harus hunting disekitarnya. Kendalanya adalah jika mau masuk ketempat berenang harus ada pengeluaran unutk ticket, sementara kalau langsung ditempat berenang sudah bebas kita kapan saja ingin berenang. Konskwensinya harga pasti sedikit naik. 🙂 Seteah selesai waktu sholat idul adha, maka kami pun berangkat dari bekasi, mengikuti arahan dari mbah google map. Eunaknya saat ini adalah semua rencana dan perjalanan bisa diselesaikan tanpa harus takut kesasar, karena sudah bisa mencari hal yang diperlukan, baik tempat dan arahan dari mbah google 🙂 Pada pukul 2.30 sampai di tempat darajat, dan sebelumnya mengisi kampung tengah di Garut dengan aapa adanya.

IMG_20170901_143645_HDR
IMG_20170901_144532
sambil menunggu sore hari selfi dulu

Sampai ditempat langsung check in hotel dan bersantai sampai sore, karena tidak ada rencana kegiatan, kecuali besoknya berenang. Pada pukul 6 kabut sudah turun, dan jarak pandang hanya sekitar 1~ 2 meter kedepan. Terbayangkan betapa dinginya…..brr…..brr…

IMG_20170901_175918_HDR
Orang kampung lagi kedinginan
IMG_20170901_190951_HDR

Hotel tempat tinggal lumayan lega, karena twin bed ukuran no.1, sehingga sangat lega untuk tidur tanpa perlu extra bed dan untungnya sudah ada air panas, sehingga tidak kerepotan untuk mandi dan lain. Kebayang dong begitu dinginnya. Tapi sayang esoknya harus hunting air panas, karena ada kendala rupanya ….air panas di hotel, dan karena kebetulan pergi berenang jadi teratasi. Esoknya kita berenang sambil menikmati pemandangan penghijauan dan pegunungan. Dan lumayan untuk badan begitu segar setelah berendam di dalam air panas.

IMG_20170902_102015_HDR
inang-inang habis berenang

Selesai berendam kita jalan-jalan ke waduk melihat kabut belerang dan merasakan panasnya air belerang…

IMG_20170902_125816
action di tengah hutan menuju kawah
IMG_20170902_125938
selamat datang di kawah darajat
IMG_20170902_125958
IMG_20170902_130012
IMG_20170902_124827_HDR
IMG_20170902_125006_HDR
IMG_20170902_123841_HDR
IMG-20170902-WA0031
IMG-20170902-WA0034

Family skating

skating (1)

Ini yang kesekian kalinya anak-anak main skating. Sebelumnya saya ikut serta untuk merasakan seperti apa sih skating itu, ternyata dengan kondisi badan seperti sekarang ditambah usia, sudah tidak mendukung lagi, karena sekali jatuh akan berakibat fatal.

skating (2)

Ini juga yang terjadi pada twin yang tergelincir jadi memar dahinya sehingga harus sehingga diberikan pertolongan pertama oleh dokter yang siap siaga telah dipersiapkan. Saya tidak tahan melihatnya karena menurut dokter harus dijahit minimal 2 jahitan, tapi anaknya tidak mau dan beliau sangat kesakitan tapi tidak ditunjukkannya. sehingga kami orang tuanya nenangis dalam hati, demikian kuatnya ingin bermain skating dan menerima resiko yang dialami.

skating (3)

Pada awalnya sih sudah bilang bahwa tidak akan mau lagi main skating, tapi setelah di check kembali oleh dokter dekat rumah dan diberi obat antibiotik, sehingga tidak terasa nyeri, kemudian dia bilang lagi masih ingin mau main skating, puji Tuhan sudah mulai membaik dan mulai hari senin sudah bisa sekolah dan ulangan.

skating (6)
skating (5)
skating (3)

Saya pribadi salut kepada mereka ber-tiga bisa belajar hanya scara otodidak, dimana tidak ada memang khusus pengajar, sementara teman sebayanya banyak yang les private. Yah mungkin memang sudah berencana agar  bisa menjadi skater terbaik dan bisa ikut dalam even, sementra anak-anak hanya untuk having fun, karena kalau mau diseriusin lagi otomatis butuh biaya.

[googleapps domain=”drive” dir=”/file/d/0BzMc6FXQNXuGOUJNT09tQmtwRWc/preview” query=”” width=”100%” height=”100″ /]

skating (4)
skating (5)
skating (7)

Karena padatnya acara, selesai jam skating langsung pulang, karena masih ada janji.

Terima kasih Tuhan atas berkatMu dalam keluarga yang kubimbing ini, biarlah kiranya damai sejahteraMu menyertai keluarga ku selalu.

https://drive.google.com/file/d/0BzMc6FXQNXuGOUJNT09tQmtwRWc/preview
skating (4)
skating (13)
skating (10)
skating (11)
skating (12)